Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) berpotensi menjadi tempat investasi yang cocok di awal tahun 2026. Pernyataan ini didorong oleh kondisi nilai tukar rupiah yang mengawali 2026 dengan penggerakan yang melemah karena kondisi pasar.
Kondisi Rupiah di Awal Tahun 2026
Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada Jumat, 2 Januari 2026. Dan diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp16.680–Rp16.710 per dolar AS seiring kehati-hatian pasar awal tahun. Tekanan global masih mendominasi, meskipun rupiah sebelumnya sempat menguat di akhir 2025 karena respons pasar terhadap risalah kebijakan The Fed.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5 persen dinilai menopang prospek 2026, meskipun masih ada tekanan dari harga pangan, energi, dan ketergantungan impor. pergerakan rupiah ke depannya akan dipengaruhi kombinasi sentimen global, kebijakan bank sentral, dan kekuatan fundamental ekonomi nasional.
Dikutip dari: msn.com

Reksa Dana Pasar Uang – Tempat investasi yang cocok di tahun 2026
Karena kondisi nilai tuker rupiah yang melemah dan juga kondisi ekonomi yang kurang pasti, reksa dana pasar uang bisa jadi “tempat parkir” yang cocok untuk melindingi nilai uang tabungan. Inilah alasan-alasan utamanya;
1. Stabil dan Berisiko Rendah
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) berinvestasi pada instrumen jangka pendek seperti deposito dan obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun. Karena sifatnya jangka pendek, nilainya relatif stabil dan tidak mudah bergejolak meski kondisi pasar sedang tidak menentu.
2. Tidak Terpapar Langsung Fluktuasi Kurs.
RDPU umumnya berbasis rupiah dan tidak bergantung langsung pada pergerakan nilai tukar dolar AS. Yang artinya saat rupiah lagi melemah, nilainya tidak ikut terpukul seperti aset yang sensitif terhadap kurs.
3. Imbal Hasil Tetap Berjalan
Walau fokus pada keamanan, RDPU tetap memberikan imbal hasil harian dari bunga deposito dan surat utang jangka pendek. Hasilnya memang tidak besar, tapi biasanya lebih baik dibandingkan uang yang hanya disimpan di tabungan biasa.
4. Likuid dan Fleksibel
Dana pada Reksa Dana Pasar Uang bisa dicairkan dengan cepat, biasanya dalam 1–2 hari kerja. Ini membuat RDPU cocok bagi kamu yang ingin tetap fleksibel sambil menunggu waktu investasi yang lebih tepat.
5. Pilihan Aman ditengah Ketidakpastian
Saat rupiah melemah dan pasar cenderung tidak stabil, Reksa Dana Pasar Uang menjadi strategi bertahan yang masuk akal. Inti dari RDPU adalah bukan untuk mengejar keuntungan besar, tapi untuk menjaga nilai uang agar tetap stabil.
Untuk kalian yang jadi kepikiran untuk mulai invest ke reksa dana pasar uang (RDPU) di awal tahun 2026, kalian bisa mulai dari 2 produk RDPU yang ditawarkan di PNM Sijago.
Reksa Dana PNM Dana Tunai, yang merupakan RDPU yang konvensional. Serta Reksa Dana PNM Faaza, yang merupakan RDPU yang bersifat Syariah. Yuk mulai berinvestasi di PNM Sijago dengan cara klik pada kedua tombol dibawah ini!