Artikel

Pemula Wajib Baca! Ini Cara Menghitung Keuntungan Investasi

Cara menghitung investasi

Sebelum memasuki dunia investasi, adalah suatu kewajiban bagi setiap calon investor, terutama yang masih pemula, untuk memahami dengan baik bagaimana menghitung keuntungan dari investasi mereka. Mengapa? Karena pemahaman yang baik tentang cara menghitung investasi adalah faktor utama untuk membuat keputusan investasi yang cerdas dan terinformasi.

Menghitung investasi bukanlah tugas yang ringan. Ini melibatkan beberapa konsep dan metode yang perlu dipahami  serta dikuasai. Namun, saat sudah memahaminya, Anda akan merasa lebih siap dan percaya diri dalam mengambil keputusan investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda.

Lalu, bagaimana menghitung keuntungan investasi dengan efektif?

Cara Menghitung Potensi Keuntungan Investasi

Perhitungan keuntungan investasi dapat bervariasi tergantung pada jenis produk yang diinvestasikan. Secara umum, terdapat tiga metode utama untuk menghitung potensi keuntungan, yaitu Return on Investment (ROI), AMR (Arithmetic Mean Return), dan Annual Return (AR).

1. ROI

Return on Investment (ROI) adalah rasio antara keuntungan investasi dengan modal awal yang dikeluarkan, berikut rumusnya.

ROI = (Keuntungan Investasi : Nilai Investasi Awal) x 100%

Nilai keuntungan investasi tersebut didapatkan dengan mengurangkan total penjualan dengan biaya investasi.

Sebagai contoh, suatu perusahaan menginvestasikan Rp100.000.000 untuk membeli mesin baru. Mesin tersebut diperkirakan dapat menghasilkan pendapatan Rp200.000.000 dalam setahun. Maka, ROI perusahaan tersebut adalah

ROI = (200 juta – 100 juta) :100 juta * 100% = 100%

2. AMR

AMR atau Arithmetic Mean Return adalah metode untuk menghitung rata-rata keuntungan per tahun. Metode ini sangat berguna untuk menghitung pendapatan investasi yang cenderung stabil.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

AMR = (Keuntungan1 + Keuntungan2 + Keuntungan3+ … + Keuntungan(n)) / total periode investasi x 100%

Sebagai contoh, jika Anda telah melakukan investasi dalam perusahaan Z dari tahun 2016 hingga 2021 dengan tingkat ROI per tahun sebesar 10%, 15%, 5%, 5%, dan 10%.

Dengan cara ini, perhitungannya menjadi (0,10 + 0,15 + 0,05 + 0,05+ 0,10) / 5 tahun x 100% = 9%.

3. AR

Annual Return adalah cara perhitungan yang digunakan untuk menentukan keuntungan investasi dalam periode waktu tertentu dan dilaporkan dalam bentuk persentase per tahun.

Cara menghitung keuntungan saham dengan pendapatan tahunan adalah sebagai berikut:

Annual Return  = (Nilai Akhir Investasi – Nilai Awal Investasi) / Nilai Awal Investasi x 100%

Sebagai contoh lain, misalkan Anda berinvestasi dalam saham perusahaan dengan modal awal sebesar Rp30.000.000.

Setelah satu tahun berlalu, nilai investasi awal menjadi Rp33.000.000, dan Anda juga menerima dividen sebesar Rp2.500.000 selama satu tahun.

Untuk menghitung pendapatan tahunan, Anda harus menjumlahkan nilai akhir investasi dan dividen yang kamu terima. Dalam contoh ini, perhitungannya adalah 33.000.000 + 2.500.000 = Rp35.500.000.

Setelah nilai akhir investasi ditemukan, Anda dapat menghitung pendapatan tahunan. Berikut perhitungannya (35.500.000 – 30.000.000) / 30.000.000 = 0,1833 atau 18,33%.

Itulah beberapa cara yang dapat Anda terapkan untuk menghitung keuntungan investasi. Pemahaman yang mendalam tentang hal ini adalah kunci keberhasilan, karena Anda dapat membuat keputusan yang cerdas terkait investasi.

Nah, demikian beberapa cara menghitung potensi keuntungan investasi pada umumnya. Lantas, bagaimana cara menghitung keuntungan investasi reksa dana? Anda bisa belajar terkait pembahasan cara menghitung keuntungan investasi reksa dana di website resmi PNM Sijago.