Udah masuk di bulan November nih sobat cerdas, yang artinya udah masuk ke masa persiapan liburan dong.
Liburan akhir tahun adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Tapi untuk menikmati liburan dengan tenang, perencanaan keuangan itu sangat diperlukan. Terutama persiapan finansial yang dibutuhkan untuk perjalanan, hotel, berbelanja, dan sebagainya.
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk persiapan liburan adalah dengan berinvestasi reksa dana. Investasi ini bisa membantu Anda mempersiapkan dana liburan dengan cara yang lebih mudah dan terencana. Berikut ini adalah beberapa tips persiapan liburan melalui investasi reksadana.
1. Tentukan Tujuan Liburan dan Estimasi Biaya
Sebelum mulai persiapan liburan melalui reksadana, pikir dulu deh kamu mau liburan kemana? Rencana mau melakukan perjalanan pake kendaraan apa? Mau berapa lama liburan kamu? Semua faktor-faktor tersebut akan menentukan estimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalani liburan kamu.
Setelah itu, buat estimasi biaya yang diperlukan, mulai dari tiket perjalanan, penginapan, makan, hingga oleh-oleh. Dengan mengetahui berapa biaya yang dibutuhkan, kamu bisa lebih mudah menentukan besaran dana yang harus persiapkan melalui investasi reksa dana.
2. Pilih Produk Reksa Dana yang Sesuai Kebutuhan
Reksadana adalah instrumen investasi yang mengumpulkan dana dari banyak investor untuk diinvestasikan dalam portofolio yang terdiri dari saham, obligasi, atau instrumen pasar uang. Untuk mempersiapkan dana untuk liburan, kamu bisa memilih jenis reksadana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan liburan kamu.
Reksa Dana Pasar Uang:
Cocok untuk kamu yang ingin persiapkan dana liburan dalam waktu dekat dan/atau merencanakan liburan yang tidak membutuhkan dana yang banyak. Disamping itu, Reksa dana pasar uang umumnya memiliki risiko rendah dan likuiditas tinggi, jadi kamu bisa cairkan dana investasinya kapan saja jika dibutuhkan.
Reksa Dana Pendapatan Tetap:
Kalau liburan kamu direncanakan dalam 1-3 tahun dan membutuhkan dana yang banyak untuk keperluan liburan, reksa dana pendapatan tetap bisa menjadi pilihan. Risiko memang lebih tinggi dibandingkan pasar uang, tetapi potensi imbal hasil juga lebih baik.
Reksa Dana Saham:
Jika liburan Anda direncanakan dalam waktu panjang (lebih dari 3 tahun), dan membutuhkan dana yang lebih banyak untuk liburan, kamu bisa memilih reksa dana saham. Meskipun risikonya lebih tinggi, potensi imbal hasilnya juga lebih besar, yang cocok jika Anda ingin memperoleh dana liburan lebih banyak dalam jangka panjang.
3. Mulai Investasi di Reksa Dana – Diversifikasi Portofolio
Tentukan seberapa banyak target dana yang ingin hasilkan dari perjalanan investasi kamu. Misalnya, jika Anda membutuhkan Rp 10.000.000 untuk liburan dalam 6 bulan dan berinvestasi di reksa dana pasar uang yang memberikan imbal hasil rata-rata 6% per tahun, Anda perlu menyetor sejumlah dana sesuai dengan proyeksi return yang diinginkan.
Disamping itu, ada baiknya untuk melakukan diversifikasi portofolio reksadana. Kamu bisa coba menggabungkan beberapa jenis reksa dana dalam portofolio, misalnya Reksadana pendapatan tetap PNM Dana SBN II Kelas A sama Reksadana campuran PNM Syariah.
Diversifikasi akan membantu mengurangi risiko dan memaksimalkan potensi keuntungan dalam periode investasi Anda, serta memberikan rasa aman jika terjadi fluktuasi di pasar.
4. Monitor Perkembangan Portofolio Investasi
Walau invest di reksadana itu relatif mudah, kamu tetap harus memantau kinerja investasi. Lakukan pengecekan portofolio kamu secara berkala, terutama jika kondisi pasar berubah atau kamu memang merasa perlu mengalihkan dana ke instrumen yang lebih menguntungkan.
Jika memang perlu, kamu bisa lakukan “switching” ke produk reksa dana yang lebih bisa memenuhi kebutuhan dan/atau memang memiliki kinerja yang lebih optimal.
5. Pasca Investasi Reksadana
Ketika total investasi kamu sudah memenuhi kebutuhan untuk liburan, kamu memang bisa lakukan pencairan dana dari portofolio reksa dana kamu. Namun, perlu diketahui kalau instrumen reksadana akan terus memiliki potensi pertumbuhan dana, apalagi dalam jangka waktu yang panjang.
Maka dari itu, ada baiknya kamu tidak mencairkan seluruh dana dari portofolio reksa dana kamu. Siapa tahu keuntungan yang dihasilkan dalam beberapa waktu kedepan bisa dipakai untuk kebutuhan lainnya di masa depan kamu.