Artikel

Mengapa Reksadana Pasar Uang itu Instrumen yang Aman? – Cocok Untuk Investor Saat Ini!

Reksadana Pasar Uang Aman

Saat ini (per awal Mei 2023), kinerja pada instrument-instrumen reksadana mengalami fluktuasi secara terus-menerus. Ada yang mengalami penurunan, dan bahkan ada juga yang menurun secara drastis. Namun reksadana yang berinstrumen pasar uang masih dinilai aman, bahkan mengalami peningkatan secara konsisten. Bahkan banyak sumber-sumber yang menyimpulkan bahwa reksadana pasar uang merupakan instrumen yang paling direkomendasikan saat ini. 

Laporan dari Kontan.co.id menyatakan bahwa reksadana pasar uang menjadi instrumen yang paling cocok ditengah kondisi pasar yang masih bersifat tentatif. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga rekomendasikan investor untuk berinvestasi reksadana pasar uang sebagai penyimpanan dana darurat.

Mengapa Reksadana pasar uang sangat direkomendasikan investor, terutama pada saat ini? Karena reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko yang sangat rendah.Apa saja faktor-faktor yang membuat reksadana berinstrumen pasar uang itu aman? Yuk, simak terus artikel ini.

1.Tingkat Likuiditas dan Fleksibilitas yang Tinggi

Secara umum, reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang dana investornya dialokasikan pada instrumen pasar uang. Instrumen-instrumen pasar uang yang berupa Surat Berharga yang jatuh temponya dalam waktu pendek, kurang dari 1 tahun.

Karena hal tersebut, reksadana pasar uang sangat mudah untuk dicairkan dan bisa dilakukan kapan saja oleh pihak manager investasi dalam waktu yang pendek. Dan inilah menjadi salah satu keunggulan utama dari reksadana pasar uang.

Investor (dan manager investasi) dapat mencairkan dana atau menambahkan dana investasinya dengan mudah dan cepat. Dengan kata lain, tingkat fleksibilitas dalam melakukan penjualan ataupun pembelian memperkuat reputasi jenis reksadana tersebut sebagai instrumen investasi yang aman.

2. Tidak Memerlukan Modal Investasi yang Tinggi

Dengan alasan yang berhubung dari faktor sebelumnya, investor tidak harus mengumpulkan dana yang berjumlah besar untuk mulai berinvestasi di reksadana pasar uang. Pada umumnya, investor hanya perlu Rp100.000 untuk berinvestasi pada instrumen tersebut.

Dengan faktor likuiditas dan fleksibilitas yang tinggi, reksadana pasar uang dinilai menjadi jenis reksadana, dan jenis investasi secara keseluruhan, menjadi cocok untuk investor pemula.

3. Diversifikasi Portfolio pada Reksadana Pasar Uang 

Selain dari tingkat fleksibilitas dan modal yang terjangkau, manager investasi juga melakukan diversifikasi pada portfolio investasi mereka. Sehingga mereka dapat meminimalisir risiko dan memaksimalkan keuntungan pada instrumen-instrumen pasar uang.

Dengan cara mengalokasikan dana ke berbagai instrumen keuangan yang berbeda, mereka dapat mengurangi risiko yang terkait dengan kinerja buruk dari satu investasi tunggal.

Kinerja Reksadana PNM Dana Tunai dan PNM Faaza

Reksadana Pasar Uang di PNM Sijago

Ketiga faktor tersebut menyatakan bahwa reksadana pasar uang memiliki keunggulan-keunggulan yang berpengaruh besar. Yang menyebabkan instrumen tersebut menjadi tempat investasi yang paling aman dan sangat direkomendasikan untuk investor saat ini.

Untuk kalian yang jadi kepikiran atau berminat untuk berinvestasi reksadana pasar uang, PNM Sijago memiliki 2 produk pasar uang; PNM Faaza dan PNM Dana Tunai. Yang satu merupakan pasar uang Syariah, dan yang satunya merupakan pasar uang konvensional. Dan kinerja dari Kedua produk telah mengalami peningkatan yang konsisten.

Jadi gimana sobat cardas? Yuk, mari kita mulai berinvestasi reksadana pasar uang di PNM Sijago…

Related Posts