Artikel

Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan, Cuan Bulanan Cocok buat Karyawan

Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan, Cuan Bulanan Cocok buat Karyawan

Cara mendapatkan penghasilan tambahan – “Sudah lama bekerja tapi penghasilan segini-gini saja”. Kamu pernah merasakan hal seperti ini? Bukan hanya kamu, banyak orang dari pekerja hingga karyawan sering mengeluhkan hal itu.

Tentu saja, harus diakui bahwa penghasilan dari gaji sering tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Bahkan, kenaikan gaji yang relatif kecil tidak seimbang dengan kenaikan harga barang-barang kebutuhan. Dalam bahasa ekonomi, turunnya nilai uang yang disebabkan oleh naiknya harga barang disebut inflasi.

Nah ketika kamu mengalami demikian, hal itu berarti sudah saatnya kamu mulai memikirkan cara mendapatkan penghasilan tambahan di luar gaji. Ini sangat penting agar kamu bisa memenuhi bukan hanya kebutuhan sehari-hari tetapi juga bisa mencapai tujuan keuangan lainnya.

Kamu, para karyawan milenial cerdas juga bisa menjadikan penghasilan tambahan sebagai cara cerdas untuk mengamankan kondisi keuangan agar tetap sehat. Kamu bisa memenuhi tujuan keuangan dengan tabungan tetap aman.

Di era teknologi informasi digital saat ini, cara mendapatkan penghasilan tambahan relatif lebih mudah dilakukan. Semua orang, termasuk pekerja dan karyawan memiliki peluang besar untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan secara online. Jadi apa saja Cara mendapatkan penghasilan tambahan?

Penghasilan Tambahan Cocok buat Milenial

Cara Mendapatkan Penghasilan Tambahan, Cuan Bulanan Cocok buat Karyawan

Di sela kesibukan pekerjaan sehari-hari, karyawan di kantor pun bisa mengoptimalkan waktu luangnya untuk bisa menghasilkan uang tambahan. Pendapatan pasif (passive income) ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti berikut ini:

1. Bisnis online

Seiring dengan berkembangnya jaringan internet dan media sosial, kamu bisa melakukan bisnis online dengan menjadi reseller atau dropshipper. Ini sangat menarik karena bisnis online ini bisa dikatakan relatif tanpa modal tapi bisa memberi keuntungan yang menarik.

Reseller atau dropshipper adalah pedagang yang menjual kembali sebuah barang dagangan dari pihak pertama atau supplier kepada para konsumen. Bedanya, saat menjadi reseller seseorang mempromosikan dan menjual barang kembali dengan stok barang yang tersedia.

Kegiatan reseller ini biasanya tidak membutuhkan modal yang besar karena akan mendapatkan harga khusus dari produsen. Dropship adalah kegiatan menjual barang yang dilakukan seseorang, dengan cara mempromosikan dagangan orang lain tanpa harus mempersiapkan stok barang.

Misalnya, kamu bisa berjualan kue atau barang lainnya dengan mengambil dari si produsen atau pihak pertama. Kamu melakukan promosi dengan cara review yang menarik atas barang tersebut dan menaikkan harga barang tersebut untuk mendapatkan marjin keuntungan.

Bukan hanya secara online, sebagai karyawan kantoran kamu juga bisa berjualan barang seperti makanan kue atau barang lainnya ke teman-teman kantor. Tanpa mengganggu waktu kerja, kamu bisa lebih kreatif dengan memanfaatkan hubungan pertemanan untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari jualan tersebut.

2. Content creator

Saat ini media komunikasi berkembang cepat dengan hadirnya media sosial yang beragam. Dari media online di website hingga media sosial seperti Instagram, Tiktok dan Youtube. Media ini membutuhkan konten-konten yang menarik.

Sebagai generasi milenial, kamu pastinya sudah sangat akrab dengan medsos. Kelebihan ini memberikan peluang besar bagi kamu menjadi pembuat konten atau content creator. Di sini tidak terlalu membutuhkan modal finansial yang besar, tetapi kamu cukup dituntut kreatif membuat konten yang menarik untuk bisa ditonton banyak orang.

Bahkan belakangan ini, content creator ini sangat diminati oleh anak muda. Bagi mereka, content creator saat ini sudah menjadi suatu profesi yang bisa dilakukan secara fleksibel. Apalagi, profesi yang nonformal ini ternyata bisa memberikan penghasilan tambahan yang sangat menggiurkan.

3. Menjadi Freelancer

Perkembanan teknologi informasi saat ini memungkinkan orang bisa bekerja dimana saja dan kapan saja. Hal ini membuka peluang besar untuk bisa melakukan pekerjaan sampingan di berbagai bidang. Misalnya jasa copywriting, penerjemah, desain dan lainnya.

Bahkan, kamu yang ingin menjadi freelancer tidak susah lagi mencari informasi pekerjaan freelance. Saat ini sudah ada banyak situs atau media sosial penyedia informasi freelance. Kamu tinggal butuh mengunjungi situs freelance seperti Fiverr, Sribulancer dan lainnya.

Selain memberikan fleksibilitas yang tinggi, profesi freelancer ini cukup menjanjikan. Pasalnya, kamu bisa mendapatkan tambahan penghasilan yang cukup besar. Semakin berpengalaman dan memiliki keahlian yang tinggi ataupun unik, peluang penghasilan juga semakin besar.

Bahkan meski menjadi karyawan kantoran, kamu bisa menjalani profesi freelancer ini. Bukan hanya faktor penghasilan tambahan, kamu juga bisa memanfaatkan potensi dan keahlian kamu yang mungkin tidak optimal dipakai di kantor. Dengan kata lain, profesi freelancer ini bisa menyalurkan bakat dan keahlian kamu yang bisa mendatangkan penghasilan.

4. Berinvestasi

Ketika bekerja sebagai karyawan tentunya kamu memiliki gaji sebagai pendapatan pasti secara bulanan. Artinya, kamu bekerja untuk menghasilkan uang. Penghasilan dari gaji ini disebut sebagai pendapatan aktif (active income).

Namun saat ini sebagai karyawan kamu juga bisa menghasilkan uang tanpa kamu harus aktif bekerja. Sebagai karyawan cerdas, kamu bisa membuat uang kamu bekerja untuk menghasilkan pendapatan secara pasif.

Pendapatan pasif atau passive income ini bisa diperoleh dengan cara berinvestasi. Investasi merupakan kegiatan menanamkan dana atau modal ke suatu aset berharga berupa aset barang (riil) ataupun aset keuangan dengan harapan memperoleh keuntungan dalam jangka waktu tertentu.

Aset riil itu bisa berupa emas, tanah, properti dan lainnya. Sementara, aset keuangan berupa instrumen saham, obligasi, surat berharga lainnya.

Hanya saja, pertanyaannya adalah investasi apa yang cocok bagi karyawan milenial? Milenial butuh investasi yang modal kecil, fleksibel kapan saja dan dimana saja dan bisa dilakukan secara online dalam satu aplikasi saja.

Memenuhi kriteria tersebut, instrumen reksadana menjadi investasi yang sangat cocok bagi karyawan milenial. Investasi reksadana saat ini sangat mudah dilakukan dengan mudah, aman dan praktis melalui aplikasi dalam satu genggaman handphone seperti PNM Sijago.

BACA JUGA :Aplikasi Investasi Yang Aman dan Terpercaya PNM Sijago

Apalagi, investasi reksadana tidak membuat kamu pusing meski tidak memiliki pengetahuan tentang investasi. Hal ini disebabkan dengan investasi reksadana dana kamu akan dikelola oleh manajer investasi yang profesional. Salah satunya adalah PNM Management Investment yang memiliki pengalaman panjang sebagai perusahaan pengelola reksadana afiliasi BUMN.

Lebih menariknya lagi, investasi reksadana bisa disesuaikan dengan tipe risiko dan tujuan keuangan dari seorang investor. Bila kamu adalah orang yang tidak suka risiko dan untuk jangka pendek, kamu bisa pilih produk reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap. Bila termasuk suka risiko dan berorientasi jangka panjang, kamu bisa pilih reksadana saham.

BACA JUGA: Reksadana Pasar Uang Terbaik Pilihan Investasi saat Inflasi Tinggi

Cuan dari PNM Optima Bulanan

Nah, kamu yang ingin investasi reksadana pendapatan tetap saat ini juga bisa mendapatkan manfaat dobel. Selain dari potensi kenaikan NAB (Nilai Aset Bersih), kamu juga bisa mendapatkan dividen dari investasi reksadana.

Dividen adalah bagian dari laba atau keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham atau investor. Pada instrumen reksa dana, dividen sendiri merupakan bentuk hasil investasi Reksa Dana yang pembagiannya merupakan kebijakan investasi yang ditetapkan oleh Manajer Investasi.

Dalam investasi reksadana, dividen memiliki tiga bentuk sebagai hasil investasi yang dibagikan kepada investor reksadana. Ketiga bentuk dividen yaitu berikut ini:

1. Dividen Diinvestasikan Kembali

Dalam investasi Reksa Dana, sebagian besar menerapkan kebijakan dividen diinvestasikan kembali (reinvesting) yakni  hasil investasi dividen diinvestasikan kembali ke dalam Reksa Dana sehingga akan menambah nilai aktiva bersih (NAB) pada suatu Reksa Dana.

2. Dividen Tunai

Dividen sebagai hasil investasi reksadana dibayarkan secara tunai dan langsung ke rekening investor secara berkala. Misalnya dividen dibayar secara bulanan seperti Reksa Dana Pendapatan Tetap PNM Optima Bulanan bila nilai investasinya di atas Rp100 juta.

3. Dividen Berbentuk Unit Penyertaan

Dividen Reksa Dana ini berupa Unit Penyertaan (UP) yang dibagikan ke investornya dan biasanya terdapat pada Reksa Dana Pendapatan Tetap. Misalnya, Reksa Dana Pendapatan Tetap PNM Optima Bulanan membagikan dividen berbentuk UP bila nilai investasinya di bawah Rp100 juta.

Portofolionya berisikan obligasi yang memberikan imbal hasil berupa kupon yang  dibayarkan secara reguler. Kupon inilah yang diberikan kepada investor Reksa Dana namun dalam bentuk UP baru.

Melihat hal itu, investasi reksadana yang membagikan dividen secara bulanan seperti PNM Optima Bulanan semakin menarik. Dividen bulanan ini bisa dijadikan sebagai penghasilan tambahan selain gaji yang diperoleh setiap bulan.

Apalagi untuk Reksa Dana PNM Optima Bulanan ini, modal investasi sangat terjangkau buat kamu sebagai karyawan. Soalnya, kamu bisa investasi dengan mulai hanya Rp10 ribu, LEBIH MURAH dari makan siang kamu.

Menarik khan ya? Yuk kejar cuan dividen setiap bulan sebagai tambahan penghasilan dari investasi Reksadana Pendapatan Tetap PNM Optima Bulanan. Untuk lebih  jelasnya, kamu bisa baca informasinya dengan klik disini