Artikel, News

Simak Yuk 4 Faktor Investasi Reksadana Perlu Dipertimbangkan Investor Pemula

Siapa sih orang yang tidak mau kaya? Pastinya, semua orang berkeinginan bisa hidup kaya. Dan, secara ekonomi berbicara kekayaan biasanya identik dengan punya banyak uang.

Namun masalahnya adalah bagaimana kita bisa memiliki harta uang yang banyak? Salah satunya, banyak orang kerja keras demi membangun kekayaan.

Tapi selain kerja keras kita bisa juga mewujudkannya dengan kerja cerdas. Dengan kerja cerdas ini, orang semakin berpikir bukan lagi hanya “kita bekerja demi uang” tapi “uang bekerja untuk kita”.

Caranya adalah berinvestasi. Ini merupakan cara yang paling efektif dari kerja cerdas untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Dengan cara ini, kita bisa mendapatkan penghasilan uang meski kita tidak bekerja. Dalam istilah keuangan, ini sering disebut passive incomeatau pendapatan pasif.

Nah, cara untuk memiliki pendapatan pasif yang sangat cocok bagi kita yang tidak memiliki pengetahuan tentang investasi tapi ingin punya investasi atau sering disebut sebagai investor pemula adalah berinvestasi reksa dana.

Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dipertimbangkan oleh investor pemula saat mau berinvestasi di reksa dana. Ini sangat penting agar investasi reksa dana bisa membantu tujuan investasi kita masing-masing.

Setidaknya ada empat faktor utama yang perlu dipikirkan dan dipertimbangkan oleh kita sebagai investor pemula secara individu sebelum mulai berinvestasi. Keempat faktor itu adalah kondisi keuangan, tujuan (goals), risiko hingga diversifikasi.

Pertama-tama, kita masing-masing perlu mengecek dulu kondisi keuangan, khususnya uang tabungan. Dari total penghasilan dengan dikurangi anggaran pengeluaran sebulan, kita sisihkan uang untuk ditabung sampai pada level cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup minimal 3 bulan.

Ketika uang tabungan kita sudah aman di level tersebut, kita bisa mulai sisihkan juga uang untuk diinvestasikan di reksa dana. Sehingga, kita bisa tetap aman dan nyaman saat ada risiko yang bisa berdampak besar terhadap hidup kita.

Namun saat ini investasi reksa dana juga semakin berkembang. Kita bisa berinvestasi reksa dana seperti halnya menabung. Makanya, ada istilah “nabung reksa dana”.

Misalnya, di PNM Sijago kita bisa “nabung reksa dana” dalam produk reksa dana pasar uang seperti PNM Dana Tunai dan PNM Faaza (syariah). Bahkan, kinerja nilai pengembalian (return) dari produk reksa dana PNM Sijago ini lebih optimal dibanding produk tabungan.

Keduaadalah faktor risiko. Sebelum mulai berinvestasi, kita harus mempertimbangkan faktor risiko yang sesuai dengan profil risiko kita. Setiap jenis investasi memiliki tingkatan risiko. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi keuntungannya dan demikian sebaliknya. Dalam keuangan, ini dikenal dengan istilah “high risik high return”.

Karena itulah, sebelum berinvestasi kita perlu mengukur dan memahami sejauh mana kita bisa menerima risiko tersebut. Namun, meski ada tingkatan risiko masing-masing jenis produknya risiko investasi di reksa dana bisa terukur atau terkelola dengan baik. Makanya, investasi reksa dana sangat cocok bagi investor pemula atau kita yang pengin berinvestasi.

Ketiga, kita juga terlebih dulu mempertimbangkan tujuan atau goalsdari investasi kita. Ini sangat penting karena akan mempengaruhi pilihan produk reksa dana, horizon waktu investasi maupun harapan nilai akhir dari hasil investasinya.

Tapi bagi kamu yang masih bingung dan penasaran, tenang aja! Kini, kamu tidak akan kebingungan lagi. Soalnya, aplikasi onlinereksadana PNM Sijago memiliki fitur “Goal Planner” yang bisa membantu kamu untuk membuat strategi investasi reksa dana sesuai tujuan kamu. Kamu bisa mudah menemukannya dengan hanya kunjungi website www.pnmim.sijago.com.

Keempat, agar kita bisa mendapatkan tingkat returnyang lebih optimal tapi tetap aman, kita perlu mempertimbangkan dan menyiapkan strategi diversifikasi. Teeka Tiwari, editor Palm Beach Daily menyebutnya sebagai cara investasi asimetris.

Artinya, kita berinvestasi pada reksa dana kategori risiko relatif tinggi seperti reksa dana saham dengan porsi kecil dan berinvestasi dengan porsi lebih besar pada reksa dana yang kategori risiko rendah atau konservatif.

Sekarang, kamu yang mau berinvestasi reksa dana sudah tahu apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum berinvestasi. Agar lebih paham soal berinvestasi reksa dana dengan mudah dan fleksibel, downloadaja aplikasi PNM Sijago sehingga kamu bisa mendapatkan pengalaman investasi cerdas, lebih dari sekedar cuan.

Penulis            : Enrique

Editor              : Supriyanto

Diolah dari berbagai sumber