Ditengah kondisi ekonomi dan kebijakan yang baru diterapkan, apakah potensi positif masih ada di reksadana pasar uang?
Pertanyaan tersebut menjadi hal yang perlu diketahui bagi investor reksadana pasar uang. Analis sekuritas dan analis manajer investasi menemukan bahwa Bank Indonesia akan mengeluarkan kebijakan untuk memangkas suku bunga atau Interest Rate, dalam upaya untuk menjalani proses pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan tersebut bisa memberi pengaruh yang negatif terhadap instrumen-instrumen investasi yang bersifat pasar uang. Ujar analis dari PNM Investment Management.
Meskipun demikian, reksadana pasar uang masih tetap memiliki potensi yang positif dan masih bisa menjadi pilihan andalan investor tahun ini. Karena masih ada faktor-faktor positif yang bisa mendukung jenis reksadana tersebut.

Potensi Positif Reksadana Pasar Uang
Reksadana pasar uang memang diproyeksikan menjadi pilihan investasi yang terbaik di tahun 2025. Ini dikarenakan adanya beberapa sentiment negatif yang dapat menimbulkan banyak ketidakpastian.
Reksadana pasar uang masih mencatatkan imbal hasil yang positif karena jenis reksadana ini cenderung stabil.
Ini dikarenakan jenis reksadana ini mengalokasikan sebagian besar dana investor pada instrumen deposito dan obligasi jangka pendek, kedua instrumen keuangan tersebut terkenal aman dan stabil.

Diversifikasi pada Reksadana Pasar Uang
Selain faktor kestabilan dan keamanan, reksadana pasar uang juga mengalokasikan sebagian dana investor pada instrumen yang bersifat obligasi jangka pendek. Obligasi merupakan instrumen utama yang diinvestasikan manajer investasi untuk jenis reksadana pendapatan tetap.

Pada umumnya, reksadana pasar uang mengalokasikan dana minimal 80% pada instrumen pasar uang. Lalu sisanya ditempatkan pada instrumen yang bersifat pendapatan tetap. Per 28 Februari 2025, rincian portofolio pada reksadana PNM Dana Tunai memiliki 90,47% alokasi pada instrumen pasar uang, dan 9,53% alokasi pada instrumen pendapatan tetap.
Karena Bank Indonesia saat ini sedang memangkas suku bunga, reksadana pendapatan tetap bisa memiliki potensi peningkatan yang bagus menurut analis dari PNM Investment Management.
Kombinasi antara deposito dan obligasi dapat mendukung reksadana pasar uang untuk memberikan imbal hasil yang maksimal. Menurut Batavia Prosperindo Aset Manajemen (BPAM), Eri Kusnadi.
Dari pernyataan-pernyataan tersebut, reksadana pasar uang, yang merupakan gabungan antara instrumen deposito (dominan) dan obligasi, bisa memiliki potensi yang bagus saat ini.

Investasi Reksadana Pasar Uang di PNM Sijago
Nah buat kalian yang ingin berinvestasi konservatif dan juga mendapatkan potensi keuntungan yang pas, ini saat yang tepat untuk bereksadana pasar uang di PNM Sijago. Ini dikarenakan kinerja produk-produk reksadana pasar uang yang ditawarkan di PNM Sijago memiliki peningkatan yang konsisten sepanjang tahun 2025.
Reksadana pasar uang konvensional, PNM Dana Tunai, mencatatkan return yang stabil di sekitar 1,14% sepanjang tahun 2025 (year to date). Sedangkan reksadana pasar uang Syariah, PNM Faaza, juga mencatkan return yang menarik sebesar 1,07% sepanjang tahun 2025 (year to date).
Jadi gimana menurut kalian? Ini saat yang tepat untuk mulai top up dan/atau berinvestasi pada reksadana pasar uang di PNM Sijago lho. Yuk, mulai dari PNM Dana Tunai ataupun PNM Faaza!..