Artikel

Berapa Lama Jangka Waktu untuk berinvestasi Reksadana Pasar Uang?

jangka waktu berinvestasi reksadana pasar uang

Dalam dunia investasi, banyak investor pemula yang kerap bertanya-tanya mengenai jangka waktu yang ideal untuk berinvestasi di reksadana pasar uang. Mengetahui dengan pasti berapa lama yang paling sesuai, memang memegang peranan penting dalam perencanaan investasi yang lebih baik.

Sesuai dengan karakteristik alokasi instrumen investasinya, reksadana pasar uang pada prinsipnya ditujukan untuk bisa memenuhi tujuan keuangan dengan jangka waktu yang pendek. Dalam dunia investasi, jangka waktu pendek biasanya sekitar satu tahun.

Jika tertarik untuk menginvestasikan dana Anda dalam jenis investasi ini, penting bagi Anda untuk mencari informasi secara lengkap terlebih dahulu. Oleh karena itu, mari simak artikel ini untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas mengenai reksadana pasar uang.

Jangka Waktu untuk Berinvestasi Reksadana Pasar Uang

Bagi yang belum mengetahuinya, investasi reksadana pasar uang merupakan salah satu jenis reksadana yang seluruh dananya akan dialokasikan pada beberapa instrumen pasar uang. Instrumen ini dapat berbentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito, atau obligasi dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Oleh karena itu, investasi reksadana pasar uang cocok dilakukan pada jangka waktu yang pendek, yaitu di bawah satu tahun. Investasi ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek seperti Dana Darurat, Liburan ke luar negeri dan lainnya.

Dengan kata lain, reksadana pasar uang tidak cocok dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang seperti Dana Pensiun, Dana Pendidikan dan lainnya. Hal ini disebabkan tingkat return atau imbal hasil reksa dana pasar uang menjadi kurang optimal jika dilakukan dalam jangka panjang.

Keuntungan Investasi Reksa Dana Pasar Uang

Meskipun masa investasinya jangka pendek,  namun terdapat banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan memilih investasi reksadana. Ingin tahu apa saja itu? Berikut pembahasan lengkapnya.

1. Modal Investasi Fleksibel

Investasi reksa dana pasar uang tidak mengharuskan jumlah modal yang besar untuk memulainya. Anda dapat memulai investasi dengan jumlah berapa pun, namun tetap harus memenuhi standar minimum yang ditetapkan.

Umumnya, setiap platform investasi menetapkan batas minimum jumlah investasi. Misalnya di platform PNM Sijago, nilai investasi minimal sangat terjangkau yakni hanya mulai Rp50 ribu saja di produk reksa dana PNM Faaza.

2. Terjamin Keamanannya

Dalam hal keamanan, Anda tidak perlu khawatir karena investasi ini berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Seluruh sistemnya dijalankan berdasarkan hukum yang berlaku, bukan sembarangan atau sewenang-wenang.

3. Likuid atau Mudah Dicairkan

Karena ditempatkan pada instrumen pasar uang ataupun surat berharga yang jatuh tempo kurang dari satu tahun, maka reksadana pasar uang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Artinya, dana akan cepat dicairkan atau diterima nasabah yakni T+1 atau T+2 saat produk reksa dana dijual.

4. Risiko Rendah

Dengan jangka waktu yang pendek di instrumen pasar uang, maka reksadana pasar uang memiliki tingkat risiko paling rendah dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya. Karena itu, reksadana pasar uang sangat cocok bagi investor yang memiliki karakter konservatif.

Secara keseluruhan, reksa dana pasar uang adalah jenis investasi yang sangat cocok bagi para pemula atau orang yang mau mulai berinvestasi. Tingkat risikonya yang rendah memungkinkan investor dengan pengetahuan terbatas tetap dapat meraih keuntungan yang lebih optimal dibanding deposito.

Jika Anda tertarik untuk memulai investasi reksa dana dan ingin mengetahui platform terpercaya, maka PNM Sijago adalah jawabannya! Segera donwload PNM Sijago untuk memulai langkah Anda dalam investasi yang aman dan menguntungkan.

Related Posts