Artikel

Bagaimana Pengaruh Ekonomi Terhadap Kinerja Reksa Dana?

kinerja reksa dana

Pemahaman mengenai kinerja reksa dana penting bagi para investor karena pada kenyataannya investasi ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi makro. Seperti yang diketahui, harga reksa dana dapat mengalami fluktuasi yang signifikan.

Perubahan harga reksa dana ini sangat terkait dengan perkembangan ekonomi makro, seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, dan suku bunga acuan. Ketiga hal tersebut memiliki dampak yang besar pada investasi reksa dana. Kami akan menjelaskan lebih lanjut tentang ketiga faktor ini dan pengaruhnya.

Pengaruh Ekonomi Makro terhadap Kinerja Reksa Dana

Dalam ekonomi makro, setidaknya ada tiga hal yang langsung berpengaruh pada kinerja reksa dana seperti yang sudah dijelaskan diawal tadi. Maka, untuk menghindari kerugian, Anda perlu untuk memahaminya melalui penjelasan berikut.

1. Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi merujuk pada peningkatan produksi barang dan jasa jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kaitannya dengan harga reksa dana adalah bahwa ketika ekonomi suatu negara berkembang baik, maka semua perusahaan cenderung memiliki saham yang bagus di pasar saham. Oleh karena itu, jika membeli saham-saham tersebut, Anda memiliki potensi untuk memperoleh keuntungan.

2. Tingkat Inflasi

Inflasi merupakan peningkatan harga barang dan jasa secara umum dalam suatu periode tertentu. Inflasi selalu terjadi setiap tahun sebagai hasil dari perkembangan ekonomi.

Dalam teori, harga saham reksa dana cenderung turun ketika tingkat inflasi sangat tinggi dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk berinvestasi, penting untuk memantau tingkat inflasi dalam beberapa tahun terakhir guna melakukan perhitungan potensi kerugian dan keuntungan dengan lebih jelas.

3. Suku Bunga Acuan

Selain pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflansi, sukuk bunga acuan memiliki pengaruh besar terhadap kinerja reksa dana. Suku bunga acuan sendiri adalah sebuah kebijakan moneter negara yang memiliki fungsi untuk menjaga stabilitas mata uang negara tersebut.

Hubungan antara suku bunga acuan dan investasi reksa dana adalah bahwa ketika suku bunga acuan turun, nilai atau harga reksa dana cenderung naik. Jadi, jika Anda berencana untuk membeli saham reksa dana, disarankan untuk melakukannya ketika suku bunga acuan sedang tinggi dan menjualnya ketika suku bunga acuan turun.

Itu dia tiga faktor dari perkembangan ekonomi mikro yang sangat memperngaruhi kinerja reksa dana. Perlu diingat bahwa reksa dana adalah salah satu bentuk investasi yang umum dipilih oleh banyak orang. Namun, kinerjanya dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi yang kompleks.  Untuk itu, jika Anda adalah seorang investor baru dan belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang investasi ini, sebaiknya tidak ragu untuk mencari bantuan dari manajer investasi yang berpengalaman.

Inilah saatnya Anda mengandalkan PNM Sijago yang siap membantu merencanakan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Di PNM Sijago, Anda tidak hanya bisa berkonsultasi saja, namun Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan dengan berbagai produk investasi reksa dana yang ditawarkan. Dari reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, hingga saham semua bisa Anda manfaatkan.

Jadi, unduh aplikasi PNM Sijago sekarang dan raih kesuksesan dalam investasi reksa dana!

Related Posts