Artikel

4 Risiko Investasi Reksa Dana Saham yang Perlu Anda Pahami

investasi reksa dana saham

Investasi merupakan salah satu jalur menuju keberhasilan finansial. Dalam dunia investasi, terdapat berbagai jenis instrumen, salah satunya adalah reksa dana saham. Reksa dana jenis ini telah terbukti sebagai sarana investasi yang mampu memberikan keuntungan jangka panjang kepada para investor yang bijak.

Meskipun begitu, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, sangat penting untuk memahami secara menyeluruh mengenai risiko-risiko yang mungkin timbul dalam investasi reksa dana saham ini. Apa saja risiko-risiko tersebut?

Jenis Risiko dalam Investasi Reksa dana Saham

Semua jenis investasi memiliki risiko nya masing-masing. Berikut ini beberapa jenis risiko dalam instrumen reksa dana saham yang harus Anda pahami sebelum yakin untuk memulai berinvestasi:

Baca juga: Reksa dana sebagai Alternatif Investasi bagi Generasi Milenial

1. Risiko wanprestasi

Risiko wanprestasi adalah salah satu risiko yang terbilang cukup fatal dan sangat merugikan. Hal tersebut bisa terjadi saat manajer investasi gagal bayar dalam memenuhi kewajibannya.

Adapun penyebab dari penurunan nilai aktiva bersih atau NAB reksa dana adalah partner-partner manajer investasi yang terkait dengan dana investasi reksa dana. Ini termasuk pialang, bank kustodian, agen pembayaran sampai dengan perusahaan asuransi yang mengasuransikan investasi Anda.

2. Risiko penurunan nilai

Risiko penurunan nilai dapat dilihat dari besarnya keuntungan nilai aktiva bersih per unit penyertaan. Cara untuk menghitungnya pun sangat mudah, Anda hanya perlu menjumlahkan total seluruh jumlah aset lalu dikurangi dengan biaya-biaya yang perlu dikeluarkan.

Anda pun bisa melihat harga reksadana setiap harinya, apakah harganya naik per hari ini atau bahkan turun.

Dibandingkan dengan jenis reksadana lainnya, investasi reksa dana saham yang mempunyai risiko paling tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh nilai saham yang sering fluktuasi dalam jangka pendek.

3. Risiko likuiditas

Risiko yang ketiga ini berkaitan erat dengan proses pencairan hasil dari reksa dana saham. Proses pencairan tersebut dilakukan oleh MI kepada investor yang ingin melakukan pencairan reksadana atau redemption.

Risiko ini bisa saja terjadi apabila terjadi keterlambatan pembayaran oleh MI yang mengalami kesulitan untuk menyiapkan dana pencairan tersebut. Dan hal tersebut umum terjadi apabila hampir semua pemegang unit reksadana ingin menjual kembali unit-unit yang mereka investasikan.

Baca juga: 7 Tips Investasi Cerdas! Pemula Wajib Tahu!

4. Risiko ekonomi dan politik

Risiko yang terakhir ini sangat berkaitan dengan situasi yang ada di luar faktor internal investasi reksadana. Dan hal ini bisa terjadi dengan kondisi ekonomi dan politik serta kebijakan-kebijakan lainnya yang berlaku di dalam negeri atau di luar negeri, sehingga secara langsung atau tidak langsung dapat mempengaruhi kinerja reksadana sehingga menciptakan kerugian.

Investasi reksa dana saham adalah sebuah wadah investasi yang penuh peluang dan tantangan. Dengan berbagai risiko di atas, kesuksesan dalam reksadana saham tidaklah terjamin. Oleh karena itu pengelolaan yang bijaksana dan pemahaman mendalam tentang pasar saham sangatlah penting

Bagi Anda yang ingin terjun di dunia investasi, khususnya reksadana, maka PNM Sijago adalah solusi yang tepat bagi Anda. dengan berbagai pilihan produk yang disediakan, PNM Sijago menjadi platform investasi yang sudah dipercaya banyak orang.

Jadi, mari berinvestasi untuk masa depan yang cerah hanya di PNM Sijago!

Related Posts